Sebuah Renungan

Allah swt Dzat yang Maha Rahman dan Rahim menyayangi hamba-Nya. Sifat kasih dan sayang itu diciptakan berada di dalam setiap makhluk-Nya kecuali makhluq yang membangkan terhadap perintah-Nya dan berakarakter membangkang seperti Iblis laknatullah alaih.
setiap orang ingin menyayangi dan disayangi. orang tua berusaha dengan kemampuannya untuk menyayangi anak-anaknya, istrinya dan orang yang berada di dalam tangguangannya.
Seorang ayah berusaha dan bekerja siang malam, banting tulang untuk mewujudkan kasih sayangnya terhadap keluarganya, bahkan rela dirinya untuk panas di bawah terik matahari dan dalam kondisi dan situasi apapun guna mencukupi kebutuhan keluarganya.
Namun yang menjadi pertanyaan, Sudah tepatkah kasih dan sayang yang dipersembahkan kepada yang disayangi dan dikasihi dengan hal-hal yang diridhoi-Nya?
Pertanyaan ini muncul setelah melihat kondisi masyarakat yang begitu sibuk dan susah payah di dalam menghidupi keluarga bahkan kerabatnya namun tidak di atas rel ketaatan kepada Allah swt yang telah menghidupkanya.
sebagai contoh : seorang anak dipenuhi kebutuhan jasmani baik dengan makanan yang lezat, pasilitas hiburan yang modern dan kemewahan-kemewahan yang luar biasa tetapi seorang anak tidak mendapatkan nutrisi jiwa yang menjadikan mereka memahami hakikat dan tujuan hidup tak bedanya seperti binatang yang diberikan peternaknya makanan dan makanan sehari-harinya.
Apakah kita sudah mendidik keluarga dengan tuntunan syariat ?
wallahu a’laam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s