PIB

Sholat adalah rukun Islam ke dua dan merupakan ibadah badan yang paling utama.
sholat merupakan media dialog seorang hamba dengan Allah SWT.
Setiap muslim dan muslimah harus mempelajari dan memahami tata cara sholat yang baik dan benar.

MATERI KELAS VI SEMESTER VI

A. Pengertian Baligh

Baligh berasal dari kata balagha – yablughu yang artinya adalah matang. Seseorang dikatakan telah baligh, jika telah mencapai usia  kematangan berfikir atau dewasa.

Saat seseorang mencapai usia baligh, ia mempunyai kewajiban-kewajiban tertentu dalam syariat Islam.

B. Ciri-ciri Baligh

Seseorang dikatakan telah baligh manakala terdapat ciri-ciri sebagai berikut :

  • Seorang laki-laki dikatakan baligh jika telah ihtilam. Ihtilam adalah mimpi yang menyebabkan mengeluarkan air mani
  • Seorang wanita dikatakan telah baligh jika ia telah haidh.

Adapun ciri-ciri baligh secara fisik adalah :

  1. Laki-laki :

a.      Tumbuhnya bulu kemaluan

b.      Tumbuhnya bulu ketiak

c.      Tumbuhnya kumis atau jenggot

d.      Perubahan suara menjadi lebih besar

  1. Wanita :

a.      Payudara membesar

b.      Tumbuhnya bulu ketiak

c.      Tumbuhnya bulu kemaluan

C. Hukum – hukum yang berkaitan dengan orang yang telah baligh

Seseorang  yang telah menginjak usia baligh mempunyai kematangan dalam berfikir. Ia dapat memilih antara perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Oleh karena itu orang yang baligh mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan dalam ajaran Islam, jika kewajiban tersebut tidak ia jalankan, ia akan berdosa dan akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Q di hari akhirat kelak. Diantara kewajiban tersebut adalah :

  1. Beribadah hanya kepada Q, tanpa menyekutukannya. Karena tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Q dengan ikhlash dan dengan tatacara yang diajarkan oleh Rasulullah. Q berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (QS Adz Dzariyat : 56)

  1. Mendirikan shalat

Shalat adalah rukun islam yang kedua dan merupakan tiang agama, barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia telah merobohkan agamanya. Shalat merupakan pembeda antara orang muslim dengan orang kafir. Rasulullah bersabda:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ َالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

Pembeda seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (HR Muslim)

Shalat merupakan cerminan kehidupan seorang muslim, manakala shalatnya baik, maka ibadah yang lainpun akan baik pula, begitupula sebaliknya.

  1. Menutup aurat

Setiap mslim yang telah baligh, baik laki-laki maupun perempuan, ia wajib menutup auratnya. Ia tidak boleh menampakkan auratnya kecuali kepada anggota keluarganya.

Aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut, dan untuk menjaga kesopanan dianjurkan untuk selalu mengenakan celana panjang dan berpakaian yang rapi.

Sedangan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Hal ini merupakan ajaran islam untuk menjaga kehormatan kaum perempuan. Maka tidak dibenarkan jika seorang perempuan hanya menutup tubuhnya saja tanpa menggunakan kerudung, jika berada diluar rumah.

  1. Menjauhi ikhtilath

Ikhtilath adalah berkumpulnya laki-laki dan perempuan di dalam satu tempat, tanpa adanya pembatas ataupun jarak.

Setiap muslim harus berusaha untuk menjauhi ikhtilath di setiap tempat, agar ia dapat menundukkan pandangannya dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis.

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang terlalu bebas akan membawa dampak negative pada akhlak, tabiat, agama, bahkan ilmu seseorang.

  1. Giat dan rajin menjalankan semua ajaran agama Islam.

Seorang pemuda yang giat dan rajin menjalankan ajaran Islam akan mampu mengendalikan dirinya dari perbuatan-perbuatan tercela. Ia akan berusaha untuk menjalankan perintah Q dan Rasulullah, serta meninggalkan semua larangan-Nya.

Karena ia mengetahui bahwa setiap kebaikan yang ia lakukan akan diberi pahala oleh Q , dan setiap perbuatan buruk yang ia lakukan akan mendapatkan dosa.

Q akan memberikan perlindungan bagi setiap pemuda yang tumbuh dengan selalu beribadah kepada Q  .

Rasulullah bersabda : “ Bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapatkan lindungan dari Q , pada hari dimana tidak ada perlindungan selain naungan dari Q diantaranya adalah :

وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ

Seorang pemuda yang tumbuh berkembang dengan taat beribadah kepada Q

(HR Bukhari dan Muslim)

  1. Menggunakan waktunya dengan baik untuk menuntut ilmu, dan tidak menyiakan-nyiakannya dengan hura –hura. Ilmu dapat menjadikan seseorag mulia di dunia dan di akhirat.

Rasulullah bersabda :

Tidak akan beranjak kaki seorang hamba pada hari kiamat kelak, sampai dia ditanya tentang empat hal, tentang umurnya, ia habiskan untuk apa, tentang masa muda, ia gunakan untuk apa, tentang harta yang ia peroleh, ia belanjakan untuk apa, dan tentang ilmunya, apakah ilmu yang ia amalkan. (HR Turmudzi)

D. Sunanul Fithrah

Setiap manusia mempunyai fithrah (naluri) untuk menyukai keindahan. Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada setiap manusia untuk menjaga keindahan dan kesehatan, baik lingkungan  maupun diri sendiri.

Hal ini dikenal dengan sunanul fithrah, yaitu perbuatan-perbuatan yang dianjurkan bagi setiap muslim untuk menjaga kesehatan dan keindahan dirinya. Diantara sunanulfithrah adalah:

  1. Khitan, khitan bagi laki-laki sebaiknya dilakukan sebelum usia sepuluh tahun.
  2. Mencukur bulu ketiak, tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari
  3. Mencukur bulu kemaluan, tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari.
  4. Memotong kuku setiap pekan
  5. Merapikan kumis, tidak membiarkannya melebihi batas bibir.
  6. Memelihara jenggot
  7. Merapikan rambut
  8. Tidak mencabut uban  dan tidak mewarnainya dengan warna hitam
  9. Bersiwak atau menggosok gigi.
  10. Memakai wewangian, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Untuk muslimah memakai wewangian yang lembut dan tidak menyengat.

E. Adab berpakaian

Pakaian merupakan nikmat Q yang diberikan kepada manusia, Q  berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raaf : 26)

Islam menyukai kebersihan dan keindahan, oleh karena itu setiap muslim dianjurkan untuk berpenampilan bersih dan rapi, sebagaimana sabda rasulullah, shalallahu ‘alaihi wa sallam

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ (مسلم)

Sesungguhnya Q  Maha Indah dan menyenangi keindahan )  HR Muslim)

Selain bersih dan indah, Islam juga mengajarkan tentang adab-adab berpakaian, diantaranya adalah :

  1. Laki-laki tidak boleh memakai perhiasan dari emas, Baik perhiasan itu berupa, cincin, gelang atau kalung.
  2. Laki-laki tidak boleh memakai pakaian dari sutera.
  3. Laki-laki tidak boleh memakai pakaian perempuan, ataupun sebaliknya.
  4. Wanita wajib menutup auratnya, yang terlihat hanya muka dan telapak tangannya. Kerudung wanita menutup leher dan dadanya.
  5. Tidak memakai pakaian yang ketat baik laki-laki maupun perempuan.
  6. Tidak memakai pakaian yang transparan (tipis sehingga bentuk tubuh kelihatan).
  7. Memulai dari bagian kanan saat mengenakan pakaian.
  8. Membaca do’a saat mengenakan pakaian,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Segala puji Bagi Allah, yang telah memakaikan pakaian ini, dan memberinya kepadku tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR Abu Dawud)

  1. Saat melepasnya membaca do’a :

بِاسْمِ اللهِ

Dengan menyebut nama Allah . (HR Tirmidzi)

Shalat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, di saat lapang maupun di saat sempit.  Saat di rumah maupun saat di dalam perjalanan. Disaat seorang muslim sakit,  Q memberikan keringanan dengan diperbolehkan menunaikan shalat dengan posisi duduk, berbaring atau bahkan dengan isyarat mata.

Disaat bepergian Q memberikan keringanan dengan disyariatkannya, shalat jamak dan shalat Qashar.

A. Shalat Jamak

  1. Pengertian jama ‘

Jamak artinya menggabungkan. Shalat jamak artinya  menggabungkan shalat  dua shalat fardhu dan mengerjakannya dalam satu waktu.

  1. Hal-hal yang membolehkan shalat Jamak :

a.   Bepergian

b.   Saat yang sangat genting, seperti : bencana alam, hujan lebat.

c.   Sakit

Adapun shalat-shalat yang bisa di jamak adalah  shalat dhuhur dengan shalat Ashar, shalat maghrib dengan shalat Isya.

Shalat ashar tidak boleh dijamak dengan shalat maghrib, begitu juga shalat Isya tidak boleh dijamak dengan shalat shubuh.

B. Tatacara shalat jamak.

Shalat jamak dapat dilakukan dengan dua cara :

a.      Jamak taqdim     :  menggabungkan dua shalat dan dikerjakan di waktu shalat yang pertama. Seperti  :

Menjamak shalat dhuhur dan ashar, dikerjakan di waktu dhuhur.

Menjamak shalat maghrib dan shalat Isya, dikerjakan di waktu shalat maghrib.

b.      Jamak ta’khir      :  menggabungkan dua shalat dan dikerjakan di waktu shalat yang kedua. Seperti :

Menjamak shalat  dhuhur dan shalat ashar, dikerjakan di waktu ashar.

Menjamak shalat maghrib dan shalat Isya, dikerjakan di waktu shalat Isya.

C. Shalat Qashar

Qashar artinya meringkas. Shalat qashar adalah meringkas shalat fardhu yang empat reka’at menjadi dua reka’at. Shalat yang boleh diqashar adalah shalat dhuhur, shalat ashar dan shalat Isya.

Saat – saat yang membolehkan mengqashar shalat.

  1. bepergian
  2. peperangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s